contoh naskah singkat drama monolog

March132013

MESIN TIK YANG MATI

karya NN

“Hentikan !!!! sudah cukup, sudah muak aku meladeni kau dan kelakuan konyolmu tiap hari. Sudah cukup aku biarkan diriku mendengarkan celotehan konyolmu, bahkan jarimu saja sudah tak kuasa lagi mengikuti kemauan otakmu yang sudah seharusnya kau kubur puluhan tahun yang lalu. Aku lelah !!!!”



HATI YANG MERACAU

Karya: Edgar Allan Poe

Memang benar! Aku gelisah, sangat-sangat gelisah pada waktu itu, dan sekarang pun masih; namum mengapa kalian menyebutku gila? Rasa sakit menajamkan inderaku, bukan melemahkannya, apalagi membuatnya tumpul. Dan dibanding yang lainnya, indera pendengarankulah yang paling tajam. Aku mendengar semua hal di langit dan di bumi. Aku mendengar suara di neraka. Bagaimana bisa aku disebut gila? Dengarlah! Kalian akan tahu betapa warasnya, betapa tenangnya, aku menceritakan kepadamu seluruh kejadiannya.



Terkapar

karya: W. Hermana HMT

Kalian pasti tidak tahu apa yang saya lakukan? Tentu, jangankan kalian. Aku sendiri yang melakukannya tidak paham. Bingung, bukan? Sama aku juga bingung. Ya, memang begitulah kondisi sekarang ini. Kita selalu berhadapan dengan persoalan yang membingungkan, bahkan tidak mengerti sama sekali. Begini salah, begitu salah. Kesini kejedat, kesitu kejedot. Padahal kita harus memilih dan memastikan pilihan kita sendiri. Apa mau merah, kuning, hijau, biru, hitam atau yang lainnya. Namun semua itu tampak absurd. Jadi...tidak tahu mana yang mesti dipilih. Maka ujung-ujungnya banyak orang yang asal pilih atau mungkin salah pilih.


Bunga di Atas Awan-Awan Atawa Cinta Dibalut Hitam

Karya Taufan S. Chandranegara

Cinta. Cinta. Cinta. Subjektif. Irasional. Objektif. Rasional. Cinta. Cinta.cinta. kuasa. Naïf. Egomania. Cinta. Cinta. Cinta. Oral. Sacral. Mesum. Pornoaksi. Pornografi. Cinta. Cinta. Cinta. Sepotong zaman yang dipotong seperti roti dibagi-bagi lewat sentra media-multi-promo-aksi. Globalisme. Isu. Cinta. Cinta. Cinta. Naziisme. Fasisme. Feodalisme. Kapitalisme. Anarkisme. Chaos. Cinta. Cinta. Cinta.

DEMOKRASI

karya Putu Wijaya

Saya mencintai demokrasi. Tapi karena saya rakyat kecil, saya tidak kelihatan sebagai pejuang, apalagi pahlawan. Namun, saya tak pernah masuk koran. Potret saya tak jadi tontonan orang. Saya hanya berjuang di lingkungan RT gang Gugus Depan.
Di RT yang saya pimpin itu, seluruh warga pro demokrasi. Mereka mendukung tanpa syarat pelaksanaan demokrasi. Dengan beringas mereka akan berkoar kalau ada yang anti demokrasi. Dengan gampang saya bisa mengerahkan mereka untuk maju demi mempertahankan demokrasi. Semua kompak kalau sudah membela demokrasi...

KUCING HITAM

Karya : Edgar Allan Poe

Untuk cerita amat ajaib ini, yang terjadi dalam rumahku dan hendak kami paparkan, sama sekali aku tidak mengharap bahwa orang-orang akan percaya. Gila rasanya mengharap begitu, dimana aku sendiri tidak percaya dengan indraku sendir. Namun gila pun aku tidak sama sekali aku tidak bermimpi. Tapi besok, besok aku akan mati, maka sekarang harus kubuang beban yang menghimpit jiwaku ini. Tak ada keinginanku untuk memaparkan pada dunia serangkaian peristiwa dirumah secara sederhana dan pendek, tanpa dibumbui.

Dikutip dari KOMPASIANA.
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

5 tanggapan untuk "contoh naskah singkat drama monolog"

Muhammad Aminnudin pada 16:08, 25-Jun-13

di tunggu follback nya

Muhammad Aminnudin pada 16:10, 25-Jun-13

di tunggu follback nya

Piter Juliuz Viero pada 16:20, 25-Jun-13

@Muhammad Aminnudin,

ok sob..

dwi pada 09:58, 06-Nov-13

assalamualaikum, coy sekedar ngasih saran, lebih banyak warna , jgn cuma satu itu doang, trus juga jgn terlalu lebay pake promote twitter sekarang maennya tuh path \m/ ini sekedar kritik dan saran..

Piter Juliuz Viero pada 05:12, 09-Jan-14

@dwi,thank aas masukan n saran nx,,, smile

gmana cara menggunakan path..?ane nggak paham ga,,

Langganan komentar: [RSS] [Atom]

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Email:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)

Kode Keamanan:
Aktifkan Gambar


 
Kembali ke Atas